Posts

Pekerjaan rumah tangga dan DVD

Sebelum menikah kami sepakat untuk membagi pekerjaan rumah tangga bila kelak menikah. Jadi pekerjaan rumah tangga bukan mutlak tanggung jawab istri saja, Karena saya dan si akang tercinta sama-sama kuliah, jadi kami sepakat untuk membagi pekerjaan-pekerjaan tersebut sama rata. Tetapi kenyataan memang kadang suka agak meleset dari perkiraan dan harapan ;) . Setelah menikah barulah didapati ternyata dia meski berusaha belajar agak susah untuk menerapkannya sehari-hari (?) atau ternyata memang bakat orang itu berbeda-beda. Jadilah harapan untuk sama rata sama rasa itu harus sedikit disesuaikan dengan bakat dan keadaan. Kalau si akang tidak terlalu gape untuk memasak dan menyetrika, meskipun saya pun tidak terlalu cinta dengan urusan menyetrika pakaian, tetapi saya lebih benci dengan masalah paper work, apalagi disini karena harus berurusan dengan ratusan dokumen. Sehingga dia yang mengurusi masalah tersebut dan saya yang memasak dan juga menyetrika. Untuk urusan mencuci piring dan baju, m...

Mom, where the baby comes from?

Masih ingat pada saat kita kecil? Mungkin kita pernah bertanya pada orang tua kita, darimana bayi berasal. Dan orang tua kita biasanya memerah wajahnya, tersipu-sipu, terkejut, berusaha mengelak pertanyaan tersebut atau bahkan marah terhadap kita(terutama pada masa dulu). Terkadang hanya dijawab dengan berkata : belum waktunya kamu mengetahuinya, atau dari perut ibumu atau menciptakan jawaban-jawaban elakan lainnya seperti dikirim oleh burung bangau. Mungkin sekarang karena usia kita telah beranjak lebih jauh lagi, bagi yang telah memiliki anak akan mendapatkan pertanyaan yang sama dari anak-anak kita yang tentunya membuat kita gelagapan. Jangan menyangka bila orang barat tidak mendapatkan masalah yang sama dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Di Jerman, bayi konon berasal dari burung bangau, tentunya ini berdasarkan banyaknya pertanyaan-pertanyaan tadi. Di Perancis zaman dahulu bayi dikatakan berasal dari dalam bulatan selada. Meskipun tentunya pada zaman sekarang ini hampir tidak a...

kencan

Si Akang (SA) : Schatzy, kita pergi makan di luar yuk Ine : Kenapa? Hayooo kamu bosan makan masakanku yahhhh? SA : Bukan gitu, kan sekali-sekali kamu libur masak. Terus kan asyik kayak zaman pacaran lagi, makan di luar, gak di rumah terus Ine : Hmmm (considering) tapi bukannya kesepakatan kita tahun ini mau nabung abis SA : Jangan khawatir, dua hari yang lalu aku baru dapat uang dari donor darah Ine : Hahhhh (mulai histeris), jadi selama ini kita makan di restaurant, aku makan darahmu. Bhwaaaaaa...... Keterangan: Di Jerman pendonor mendapatkan uang lelah (bukan uang penjualan lohhh) sebesar €25,- dan kue kecil. Di Indonesia kalau tidak salah telur rebus yahhhh. Sebenarnya kebiasaan mendonorkan darah dari si akang ini secara berkala dilakukan karena menurut dia bagus untuk kesehatan dan karena darah dia termasuk agak langka (AB). Kalau aku rada malas pergi donor darah karena kondisi pembuluh darah yang berukuran cukup mungil sehingga terkadang harus berkali-kali tusuk baru berhasi...

Bagi para pencinta bunga

Image
Setelah satu bulan tidak update karena pontang-panting kerja rodi di kampus, tidak mood, kurang inspirasi dan flu jahanam yang sudah menyerang selama 2 minggu dan masih juga bercokol dengan bahagianya di tubuhku. Hua....... akhirnya update juga. Jumat kemarin ke Keukenhof juga bersama si akang setelah batal pergi dengan Ophie tanggal 29 kemarin dan setelah menunda-nunda sekian lama karena menanti kesembuhan yang tidak kunjung-kunjung tiba dari flu ini. Sudah 3 tahun tinggal disini belum pernah sekalipun Keukenhof, menjadikan Keukenhof satu tempat obsesi yang aku ingin sekali untuk pergi. Sayangnya rencana sekalian mengunjungi sepupuku di Den Haag gak kesampaian karena keadaanku yang masih flu berat, takut malah menularkan pada baby Ryan. Pada abad ke-15 area dimana Keukenhof berada adalah suatu daerah yang dimiliki oleh Jacoba van Beieren dan digunakan sebagai tempat berburu dan kebun untuk menanam herba untuk keperluan dapur kastil (warung hidup). Pada tahun 1957, seorang landscape a...

Hallowwww!

Image
Dua minggu setelah pulang ke Jerman, banyak hal membuat hati senang tetapi ada pula yang membuat hati tidak enak. Yang membuat senang: 1. Bunga favoritku ada dimana-mana, huaaaa senangnya. Namanya Osterglocke/Osterglöckchen atau Narzissus. Biasanya bunga ini tumbuh dan mekar menjelang musim semi, benar-benar memberi harapan pada orang-orang yang sudah bosan dan depresi dengan musim dingin yang panjang (brrrrrr) sekitar bulan Maret hingga Mei, dengan sistematika sebagai berikut dibawah ini: Kelas : Liliopsida Ordo : Aspargales Famili : Amaryllidaceae Genus : Narcissus Spesies : Narcissus pseudonarcissus L. Bunga Narzissus berwarna kuning cantik ini adalah tanaman herba yang dapat mencapai ukuran hingga 40 cm dan berkembang biak dengan umbinya. Karena penampilannya yang memukau, Narzissus digunakan sebagai bunga hias di rumah-rumah atau taman kota ataupun sebagai bunga potong untuk dirangkai dengan bunga lainnya dalam karangan bunga ataupun sendirian. Daerah penyebaran tanaman ini ada...

Laporan mudik

Image
Maaaapppp! Baru sempat update, blogwalking juga blom terjelajahi semua (duhhh bahasanya). Maklum jetlagnya kelamaan ampe 7 hari 7 malem, tadi pagi jam 7 susah banget bangun. Berarti udah sembuh jetlagnya hihihihi... soalnya biasanya jam 4 pagi udah bangun dengan rajinnya. Padahal biasanya sih gak pernah. # Laporan mengenai Bandung: Sepertinya problem sampah sudah terpecahkan. Tidak ada lagi sampah-sampah yang bertebaran di pinggir-pinggir hingga tengah-tengah jalan seperti dulu, ribuan lalat yang populasinya meledak akibat sampingan dari sampah juga tidak terlihat. Alhamdulillah. Cuaca banyak hujan dan berangin, temperatur cukup dingin. Jadi teringat Bandung tempo doeloe. Tapi lalu lintasnya sih semakin padat dibandingkan dengan tahun lalu. Motor semakin banyak dan kecelakaan motor juga dilaporkan meningkat. Banyak jalan searah, maksud hati pergi ke Jl. Pasteur, apa daya kenapa berputar-putar di Wastukenca, Purnawarman, Taman Sari, balik lagi Wastukencana... akhirnya ambil jalan flyove...

Pulang kampung

Image
Rencana yang akan dilakukan pada saat pulang kampung ke Bandung : 1. Ketemu mami, bapak, nenek, saudara-saudara, bibi dan paman, keponakan, sepupu, waaaa… kangennnnnnya. 2. Ngurusin badan. Waks, pasti pada ngga percaya pulang kampung malah pengen ngurusin badan. Mission impossible. Sebenernya bukan ngurusin badan sih, tapi olahraga teratur. Disini tidak pernah punya waktu (atau motivasi hihihi..) untuk olahraga. Ya, minimal jogging tiap hari nemenin mami tercinta. Dulu di Indo waktu kuliah atau kerja, jadwal jogging selalu teratur loh. Mangkanya sekarang melar gak keruan. 3. Beresin kamar dan gudang a. Pakaian – sebagian kecil sekali dibawa ke Jerman, sebagian besar dikasihkan orang yang membutuhkan karena gak muat hehehe.. . Yang udah gak laik pakai dibuang aja. b. Barang terutama fotocopyan kuliah dan sebagainya dikilo-in aja. c. Buku-buku (buku anak-anak kirim ke panti asuhan, buku anak gede dipak dikirim ke Ophie yang mau bikin perpustakaan). Btw, buku-bukuku sebenarnya banyak bang...