Tahun baru, rambut baru. Ini hasil karya tanteku. Sebelum Idul Adha kami, aku dan Arnulf berangkat ke Denhaag untuk menengok ponakanku, anak sepupuku Irma yang baru lahir. Namanya Ryan Luqman Wirakara. Cute banget deh. Nah, kebetulan tanteku juga datang untuk membantu dan menemani Irma melahirkan dan merawat sang cucu. Nah Tanteku itu kebetulan dulu punya salon. Pssstttt, yang ini rahasia karena beliau sudah lama pensiun. Nah, kan di Belanda aku mau cari salon karena sudah tidak kuat punya rambut gondrong, hihihihi... . Tapi ternyata beliau bilang kenapa gak sama beliau saja. Ahhhh, pucuk dicinta ulam tiba. Jadilah kami main salon-salonan di dapur sementara Arnulf dan Rizal, suami Irma pergi shalat Jumat ke mesjid KBRI. Si akang pas pulang surprise tapi tidak protes tuh katanya rambutku yang sekarang mengingatkan pada saat pertama kali kita ketemu di kampus. Kelihatan innocent, hehehe.... padahal dosanya banyak tuh. Oh iya aku ternyata berani juga menggendong bayi Ryan. Padahal selama ...
Akhirnya perjuangan setelah 4 tahun berbuah manis juga. Tanggal 11 bulan 12 tahun 2007 pukul 10.10 komite penguji mengumumkan bahwa saya akhirnya lulus ujian PhD setelah diuji selama 1 jam yang terdiri dari: 20 menit presentasi, 20 menit pertanyaan mengacu pada riset dan 20 menit pertanyaan bebas. Alhamdulillah, leganya bukan main. Apalagi sebulan ini pada saat persiapan banyak hal yang terjadi. Dari hal yang konyol hingga menyenangkan. Setelah menghadapi ujian selama 60 menit yang Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Saya menunggu selama 10 menit keputusan para penguji kemudian setelah itu de fakto saya lulus menjadi PhD, de jure harus menunggu beberapa perbaikan dan perbanyakan disertasi. Keluar dari ruang ujian teman-teman telah menunggu di luar (sekitar 30-40 orang) untuk memberikan selamat. Buffet kecil dengan Sophi sebagai event organizer dibantu oleh Metta dan mbak Wina telah tersedia. Terima kasih banyak terutama buat Ophi, juga Metta dan mbak Wina. Metta ini juga membuat lump...
Sejak kita pindah ke rumah baru, si akang punya kebiasaan baru… yaitu numpang mandi di kampus. Pasalnya adalah kamar mandi di rumah kita yang baru tidak punya shower yang nyaman. Keterangan doi senang mandinya showeran, sementara rumah yang sekarang tidak ada gantungan showernya sehingga kalau kita mau mandi showeran, gagang shower harus dipegang pakai tangan. Sebenarnya bisa saja sih kita pasang gantungan shower. Tapi masalahnya keramik yang terpasang di atas bath tub hanya setengah meteran tingginya. Jadi alhasil kalau maksain menggantung shower disitu dinding sekitar yang tidak tertutup keramik pasti basah dan mengundang jamur. Sejak itu dia jadi tiba-tiba demen mandi di kampus. Apalagi kalau summer, bisa-bisa dia mandi lebih sering dari biasanya memang. Bisa sampai dua tiga kali sehari. Pertama kali aku ngeh soal itu adalah tatkala kami minum kopi sore-sore di institut. Tiba-tiba baru ketahuan ada yang aneh dengan si akang. Ternyata dia pakai kaus terbalik, padahal tadi pagi pergi ...
Comments
eh say tadi aku telp dirimu, ada yg mau ditanya tp nggak ada yg angkat ... :(
metta
-Ria-
mohon maaf gak bisa bantuin nyuci, yang ada mo minta tolong ngajak main kaka nih, heheheh...
jadi inget sama setrikaan saya mbak
hwaaa...
-Rika-