Saya tidak tahu apakah menunda kebahagiaan ini suatu gejala natural pada manusia, atau hanya pada saya saja. Sering pada saat saya menghadapi masalah ataupun mempunyai suatu target, saya berfikir saya pasti akan bahagia kalau masalah ini sudah selesai atau saya pasti akan merasa sangat bahagia kalau target saya tercapai. Saya akan merasa bahagia bila saya menikah, saya akan merasa bahagia bila saya bisa pulang kampung, saya akan merasa bahagia bila saya menyewa apartemen ukuran minimal 65 meter persegi plus balkon, saya akan merasa sangat bahagia kalau saya berhasil menyerahkan disertasi saya, saya akan merasa sangat bahagia kalau saya lulus, saya akan merasa sangat bahagia kalau saya berhasil mendapatkan pekerjaan di Jerman, saya akan merasa sangat bahagia bila saya punya anak, dan seterusnya. Dan pada saat saya menyelesaikan masalah tersebut atau menggolkan target saya, saya merasa sangat bahagia, seperti berada di awang-awang. Tidak ada salahnya bukan dengan merasa bahagia dengan pe...