Saturday, February 23, 2008

The real desperate housewife

Keterangan:
Gunungan cucian bersih yang harus disetrika (*sigh*) dengan tinggi sekitar mhmmmm 3 meter sepulang dari kampung halaman, waksssss.

Wednesday, February 20, 2008

Hi, there

Halo,there!

I am back.
Buat yang belum tau, singkat cerita saya mengalami keguguran....dannnn saya pun tenggelam dalam kesedihan dan menjadi asosial. Anyway, sekarang saya kembali lagi. Maaf saya tiba-tiba menghilang ya.
Everybody has his own way to heal his wound. I only do not want to show to the world that I broke apart so badly. No matter what happened to me, at least I get this dignity by not showing off to the whole world how I break apart.
Buat teman-teman yang email/YM/SMS/telefonnya belum saya jawab, ini udah saya mulai cicil satu-satu dibalas.List pertama email yang harus dijawab: dari profesor saya, dengan isi: Ine, perbaikan disertasi selesai kapan??????. Waksssss....

Thursday, December 13, 2007

Akhirnya....


Akhirnya perjuangan setelah 4 tahun berbuah manis juga. Tanggal 11 bulan 12 tahun 2007 pukul 10.10 komite penguji mengumumkan bahwa saya akhirnya lulus ujian PhD setelah diuji selama 1 jam yang terdiri dari: 20 menit presentasi, 20 menit pertanyaan mengacu pada riset dan 20 menit pertanyaan bebas. Alhamdulillah, leganya bukan main. Apalagi sebulan ini pada saat persiapan banyak hal yang terjadi. Dari hal yang konyol hingga menyenangkan.

Setelah menghadapi ujian selama 60 menit yang Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Saya menunggu selama 10 menit keputusan para penguji kemudian setelah itu de fakto saya lulus menjadi PhD, de jure harus menunggu beberapa perbaikan dan perbanyakan disertasi.

Keluar dari ruang ujian teman-teman telah menunggu di luar (sekitar 30-40 orang) untuk memberikan selamat. Buffet kecil dengan Sophi sebagai event organizer dibantu oleh Metta dan mbak Wina telah tersedia. Terima kasih banyak terutama buat Ophi, juga Metta dan mbak Wina. Metta ini juga membuat lumpia dan roti goreng yang membuat kolega-kolega di kampus semua bertanya resepnya. Laris-manis ya, Met. Tidak hanya lumpia dan roti goreng, sandwich kreasi Ophi pun tersedia sebagai menu buffet : sandwich keju, salmon, ikan (makarel?), 2 macam ham yang tentu semuanya halal yah.

Saya terus terang hari itu merasa bagaikan di awang-awang. Bahagia, lega, campur aduk.
Buat kisah lengkapnya ada di bawah. Foto lengkap bisa dilihat di www.indiesel.multiply.com

H -30
Panik, stress, semua bertumpuk jadi satu. Disertasi sudah diserahkan pada pihak fakultas tetapi masih tidak ada titik temu juga mengenai masalah waktu. Kalau sampai tidak dapat hari ujian bulan Desember, mungkin saya baru bisa maju ujian semester depan. Bulan April, waks!!!!

Masalahnya terutama pada pembimbing kedua saya R## telah pindah ke UK dan dia hanya bisa datang bila ujian saya jatuh pada tgl 11,12,13,14,17 Desember. Lain tidak. Dan kalau tidak ada pembimbing, tentu saja tidak akan ada ujian. Pembimbing pertama saya, HP hanya bisa tgl 11,12 karena tgl 13 dan 14 dia pergi ke Wien. Dan setelah bertanya pada fakultas, tgl 12 itu fully booked. Hanya tgl 11 jam 9 pagi yang kosong. Saya harus menghubungi semua calon penguji saya apakah mereka bisa datang pada hari itu. Bila tidak, penguji harus diganti. Kandidat penguji saya adalah 2 orang dari farmasi (pharma. chemie dan pharma technology) dan 1 orang dari molecular biology. Saya pun kemudian menghadap satu persatu kandidat penguji.

Kandidat 1:
Pria bernama HK, usia masih muda, baru pindah dari Uni Bonn dan kebetulan adalah pembimbing sahabat saya Ophi. Saya berhasil mencegat beliau di depan ruangannya. Pada saat itu kebetulan beliau sedang hectic karena hendak memberikan kuliah. Anyway, dia memberikan 2 menit dari waktunya yang berharga itu pada saya. Kami berbicara di ruangannya dan dia memberikan kesanggupannya untuk menguji saya pada hari yang ditentukan (11 Desember pukul 09.00).

Kemudian saya pergi menuju ruang kandidat kedua, HB. Ternyata dia tidak ada di ruangan dan akan kembali satu jam lagi. Saya pun kembali ke ruangan saya dengan gundah gulana. Ketika hendak membuka ruangan saya dengan kunci yang saya genggam di tangan saya, saya baru menyadari bahwa kunci tersebut bukanlah kunci saya yang ternyata berada di saku celana jeans saya. Saya berusaha mengingat-ngingat kira-kira kunci siapakah itu. Mungkinkah ini kunci Ophi?

Deggggg, tiba2 jantung berpalu kencang. Atau mungkinkan ini kunci HK?????????? Telefon di dalam ruangan berdering kencang, dengan satu sentakan saya mengangkat. Ophi, dan histeris. Ine, apakah kamu tidak sengaja mengambil kunci HK?????????????????????????????????
Saya (dengan keadaan hampir meninggal) menjawab : sepertinya demikian. Dan akhirnya dengan berlari sprint melebihi kecepatan cahaya saya berlari ke ruangan HK dan berkali-kali bilang maaf, maaf, maaf padanya. Juga karena saya sadar karena mencari kunci pasti dia jadi terlambat memberikan kuliah. Saya rasa teman-teman pasti tahu betapa pentingnya segerendel kunci, terlebih apabila di Jerman. HK terlihat gusar dan marah. Kebayang sih dia sudah mencari kunci tersebut selama 15 menit dan terlambat memberikan kuliah selama 5 menit. Aaaaaarrrrrrrrghhhhhh.

Saya merasa sangat-sangat bodoh. Bagaimana bisa saya tiba-tiba kesalahan tangan mengambil kunci HK yang berada di atas meja, kemungkinan besar sih saya mengira itu kunci saya (tanpa melihat) dan langsung memasukkan ke genggaman tangan saya dan karena kekacauan perasaan mengurusi masalah ujian. Padahal swearrrrrr saya tidak punya bakat menjadi seorang kleptomania. Waksssss, sepertinya belum pernah ada kejadian seperti ini... seorang PhD candidat tanpa sengaja mengambil kunci dari meja pengujinya.

Kandidat 2 dan 3:
Mereka semua setuju untuk menjadi penguji dan datang pada tanggal 11 Desember pukul 9. Untuk kandidat 3 yang selalu masuk kantor setelah jam 12 siang, sedikit taktik harus digunakan. Pertama saya tidak menyebutkan waktu tentunya, setelah dia ok menjadi penguji dan dengan harinya, baru kemudian saya bilang bahwa by the way waktunya jam 9. Matanya terbelalak, tapi sepertinya agak terlambat untuk mengubah keputusan.

H-28
Saya mengira dengan berlalunya waktu HK tidak akan lagi marah pada saya, tetapi ternyata saya dengar dari Ophi bahwa HK masih marah atas kejadian tersebut. Putus asa saya berfikir bagaimana mengatasi masalah ini, akhirnya saya memutuskan untuk melaporkan saja semua masalah ini pada pembimbing saya HP kalau perlu dengan sedikit air mata supaya dia kasihan. Ternyata skenario dengan air mata bukan sandiwara. Begitu bertemu dengan HP, saya langsung menangis tersedu-sedu. Mungkin karena saking overloadednya saya dengan semua permasalahan, jadwal ujian, kunci segala macam. HP sampai panik dan berkali-kali bertanya. Dan begitu mendengar permasalahannya, kelihatan sekali bahwa dia menahan tawa dan akhirnya malah tertawa keras-keras. Dia menenangkan saya kalau hal tersebut tidak akan mengakibatkan dampak2 yang tidak diinginkan pada saat ujian. Dan pasti nanti HK akan reda juga kemarahannya dan akan melihat dari segi kelucuannya.

H-25
Sedang menunggu di ruang komputer. Pembimbing saya HP tiba-tiba melongok ke ruangan. Saya menyapa dia dan kita membicarakan tentang latihan ujian saya. Dia meninggalkan ruangan dan tiba-tiba balik lagi. Mengambil sesuatu dari kantungnya, dan tiba-tiba mengayun-ngayunkan kuncinya di depan saya. Maksudnya buat menggoda tentu saja.

H-21 sampai H-1
Daftar kejahatan yang saya lakukan 3 minggu ini adalah:
1. Tidak beres-beres rumah
2. Tidak masak sama sekali (menu makan bervariasi dari indomie telor, ayam bakar dari toko turki, ayam goreng KFC, Mc Donalds)
3. Tidak menyetrika tapi cukup rajin mencuci. Semua cucian baju (hasil 3 kali mencuci) saya masukkan ke kantung plastik besar. Tapi sambil rajin berpesan pada Arnulf: Hati-hati ya ini pakaian bersih kita. Jangan sampai tidak sengaja dikira sampah dan dibuang. Kebayang gak sihhhh?

Saya pada dasarnya sangat gerah dan tidak betah berada di rumah yang berantakan. Karena itu saya belajar di kamar tamu (atau saya menyebutnya kamar bi Nina, karena bi Nina dulu tidur disitu sekitar hampir sebulan). Kasur saya singkirkan, supaya bawaannya tidak kepingin tidur. Dan saya taruh meja besar buat menyebar-nyebar buku. Windowbanknya juga ideal banget buat naruh textbook. Biasanya jam aktif saya justru sekitar jam 8 malam hingga jam 4 pagi. Jam 4 sore hingga 8 malam biasanya saya malah tidur.


H-11
Sedang menghapalkan manuskrip presentasi, tiba-tiba saya ingin mengubah sesuatu. Mencari-cari pulpen tidak ada. Kesal, saya bangkit untuk mengambil pulpen di meja seberang meja saya. Baru satu langkah, tiba-tiba saya menyadari kalau kaki kanan saya kesemutan dan gubrakkkkk. Sukseslah saya jatuh di ruangan saya dan pergelangan kaki kanan saya terkilir. Air mata mengalir ga ketahan. Sakit bangettttttt. Dan saya menyadari kalau saya tidak bisa berjalan. Hal ini memang sering saya alami dulu karena pergelangan kaki saya memang agak longgar karena sering jatuh pada saat main basket dulu. Tapi timingnya benar-benar kurang sesuai begini.

H-8
Setelah 2 hari terpincang-pincang, hari ini akhirnya saya bisa berjalan. Terseok-seok masih, tapi agak terlihat normal kalau pergelangan kaki kanan dibebat. Hari ini saya membawakan presentasi didepan kolega-kolega saya satu institut. Alhamdulillah lancar dan tepat 20 menit.

H-2
Frustasi dengan batuk yang tidak kunjung sembuh. Mungkin karena stress, kurang tidur dan sebagainya. Entahlah. Memutuskan untuk meminum antibiotik, biasanya doxy yang ampuh buat saya. Tapi saya harus benar2 memastikan kalau saya tidak hamil karena doxy kan tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. Jadi saya minta Arnulf untuk membawa HCG test kit ke rumah. Memang saya terlambat 2 minggu sih, tetapi bulan kemarin dan bulan kemarinnya juga demikian. Dan pada saat dites saat itu selalu negatif. Mungkin karena stress juga sih.

Saya hanya memberikan gelas berisi sampel pada Arnulf, kemudian menyibukkan diri dengan text book saya kembali. Tiba-tiba Arnulf memanggil saya.
Arnulf : Schatz, coba kesini sebentar.
Ine : Hehhh, udah beres tesnya. Mana lihat? Tuh betul kan negatif. Itu stripnya ada.
Arnulf : Iya betul ada stripnya tapi ada 2
Ine : Gak mungkin ah positif, bukannya yang test kit kemarin kalau positif plus.
Arnulf : Ini beda bentuk tes kitnya
Ine : Huaaaa.... jadi positifffffff.
Kami berdua saling menatap tidak percaya dan akhirnya menjerit bersama-sama. Subhanallah.


H-1

Ke dokter kandungan. Dokter menyatakan saya positif hamil, hampir 6 minggu. Saya mendapatkan foto pertamanya lewat USG. Saya sebenarnya ragu untuk memberitakan kehamilan saya ini karena masih kehamilan muda. Tetapi mungkin semakin banyak orang yang tahu, semakin banyak orang yang mendoakan saya. Jadi tolong ya, teman-teman... doakan supaya kehamilan pertama saya ini lancar dan sehat. Amien. Lagipula meskipun saya tidak memberi tahu siapa-siapa tetap saja bocor kayaknya dari manajer humas saya (baca: Ophi). Hari selasa itu mungkin orang satu institut di Pharma chemie plus Pharma Bio tahu semua, hihihihihi.... . Oh, iya karena ini pula saya membatalkan tiket dan kepulangan saya ke Indonesia yang seharusnya tgl 12 Desember ini.

H-0 hari ujian

Seperti yang saya ceritakan di atas, ternyata HK tidak marah lagi. Pada saat mereka mendiskusikan nilai apa yang akan saya dapatkan, para penguji terdengar tertawa-tawa dari ruang sebelah dan ternyata mereka mentertawakan kejadian tersebut. Apalagi R## sepertinya geli sekali mendengar cerita itu

Terima kasih buat semuanya atas ucapan selamat lewat email, sms, offline message... maaf bila belum semua terjawab. Entah kenapa setelah ujian saya merasa mengantuk sekalipun sudah tidur selama 8 - 12 jam.

Wednesday, November 28, 2007

Apalah arti sebuah nama?

Jawabnya adalah terkadang bisa sangat berarti. Terkadang agak bingung juga menentukan gender seseorang dari nama. Untuk saya yang menjadi problem tentu saja nama Jerman, meskipun sebenarnya lebih mudah karena agak mirip di film-film. Gak mungkin kan kalau nama Richard, Jan, Heinrich itu perempuan. Tapi sebaliknya orang Jerman terhadap orang asing pasti selalu problematik. Tidak terhitung berapa banyak surat yang saya terima mengatasnamakan Herr. (Mr. kalau bahasa Inggrisnya sih) Ine Indriani. Banyak teman-teman saya juga mengalami hal yang sama.

Khusus buat si akang. Nama terkadang problematik juga. Ini adalah 2 contoh kasus yang menimpa kita.

Peristiwa 1:
Ine: Schatz, weekend ini ada teman yang satu program marine science dengan aku mau berkunjung ke rumah. Dia tinggal di Bremen. Namanya Dias.
Si Akang (SA): Ya, boleh aja.
Ine : Waktu kita sama-sama kursus bahasa Jerman di Frankfurt 2 bulan kita dekat banget. Ingat ngga waktu aku pertama datang, aku bela-belain ke Bremen pulang pergi naik wochenende Ticket buat ketemu Dias dan teman-teman lainnya.
SA : (kening mulai berkerut)
Ine : Kalau kamu sibuk pas weekend, mau ke tempat mama atau ke apotek gak papa kok. Gak usah nemenin kita. Paling aku ngobrol sama Dias aja di rumah atau mungkin jalan kemana gitu.
SA : (terlihat agak geram)
Ine : Beneran, gak usah maksain apalagi kalau kita pergi ke city dan liat2. Kamu kan paling benci window shopping
SA: (Kening makin berkerut) Tapi, Schatz. Bukannya dengan laki-laki yang bukan muhrim tidak dianjurkan buat bareng-bareng. Apalagi di rumah cuma berduaan, meskipun mungkin di Mexico gak masalah. Atau Diaz itu dari negara Amerika latin lainnya.
Ine : Gubrakkkkkkk. Dias itu perempuan dan orang Indonesia
SA: oooooooooooooooooooooooh


Peristiwa 2:
(Telefon berdering)
Ine : (masih bermalas-malas di tempat tidur) Angkat dong, Schatz. Kayaknya mama kamu deh.
SA : (lama berbicara di telefon, muka cemberut dan akhirnya memberikan gagang telefon)
Ine : bla-bla-bla (ngobrol beberapa saat di telefon dengan bu Ismi yang kabarnya mau naik haji dan hendak menyelenggarakan selamatan)
(Pembicaraan di telefon selesai)
Ine : Ada apa Arnulf? Kok cemberut? Tadi dia di telefon bilang apa? Tadi kamu bicaranya pakai bahasa Inggris atau Jerman?
SA : Campur-campur sih. Tapi yang nelepon itu kok kayak mau mainin saya yah. Saya berapa kali tanya ini siapa, sopan pula. Tapi dia cuman bilang 'It's me'. Saya tanya lagi, masih sopan dia tetap jawab 'It's me'. Sampai tiga kali saya nanyanya, jawabannya tetep sama. Saya kan suami kamu, masa gak boleh tau.
Ine : (icon ketawa guling-guling) Ya Allah, Arnulf. Nama ibu itu memang Ismi dan bukannya It's me.

Buat bu Ismi, selamat menunaikan ibadah haji ya, Bu. Maaf saya gak bisa datang pas selamatan. Semoga menjadi haji yang mabrur.

Saturday, November 17, 2007

Iklan lowongan kerja 1889

Iklan Lowongan Kerja - Jaman doeloe tahun 1889 diambil dari PERPUSNAS
(dikutip dari sebuah milis)

PENGOEMOEMAN !!!

DAG INLANDER,... ..HAJOO URANG MELAJOE,...KOWE MAHU KERDJA???

GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLU KOWE OENTOEK DJADI BOEDAK
ATAOE TJENTENK DI PERKEBOENAN- PERKEBOENAN ONDERNEMING
KEPOENJAAN GOVERNEMENT NEDERLANDSCH
INDIE DJIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALI
BERIKOET:

1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat
2. Kowe poenja njali gede*
3. Kowe poenja moeka kasar*
4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie*
5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak- pemberontak
ataoepoen maling ataoepoen mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel.
6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah ataoe baron eropah.
7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes.

KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN DISANA KOWE HAROES DIPILIH LIWAT DJOERI-DJOERI JANG BERTOEGAS :
1. Keliling rawa Senajan 3 kali
2. Angkat badan liwat 30 kali
3. Angkat peroet liwat 30 kali

Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en Meneer Atmadjaja*

Kowe nanti akan didjadikan
tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo, Tanamera, Batam, Soerabaja, Batavia en Riaoeeiland.

overnement Nederlandsch Indie memberi oepah :
1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil*
2. Istirahat siang 1 uur.*
3. Oepah dipotong padjak Governement 40 percent oentoek wang djago.

Haastig kalaoe kowe mahoe..


Pertanggal 31 Maart 1889 Niet
Laat te Zijn Hoor.. Batavia 1889 Onder de naam van
Nederlandsch Indie Governor Generaal H.M.S Van den Bergh S.J.J
de Gooij

( Iklan ini benar-benar asli kutipan dari koran bertahun 1889 diambil di Perpustakaan Nasional )

Alhamdulillah kita sudah merdeka

Friday, November 09, 2007

Bahagia yang selalu tertunda

Saya tidak tahu apakah menunda kebahagiaan ini suatu gejala natural pada manusia, atau hanya pada saya saja. Sering pada saat saya menghadapi masalah ataupun mempunyai suatu target, saya berfikir saya pasti akan bahagia kalau masalah ini sudah selesai atau saya pasti akan merasa sangat bahagia kalau target saya tercapai.

Saya akan merasa bahagia bila saya menikah, saya akan merasa bahagia bila saya bisa pulang kampung, saya akan merasa bahagia bila saya menyewa apartemen ukuran minimal 65 meter persegi plus balkon, saya akan merasa sangat bahagia kalau saya berhasil menyerahkan disertasi saya, saya akan merasa sangat bahagia kalau saya lulus, saya akan merasa sangat bahagia kalau saya berhasil mendapatkan pekerjaan di Jerman, saya akan merasa sangat bahagia bila saya punya anak, dan seterusnya.

Dan pada saat saya menyelesaikan masalah tersebut atau menggolkan target saya, saya merasa sangat bahagia, seperti berada di awang-awang. Tidak ada salahnya bukan dengan merasa bahagia dengan pencapaian kita bukan? Tetapi sayangnya kebahagiaan itu hanya berlangsung satu dua hari saja. Hari-hari selanjutnya saya akan punya masalah baru atau punya sasaran target yang lain sehingga kebahagiaan saya akan sedikit pudar, dan saya akan mulai berpikir... saya akan sangat bahagia bila saya.....

Sekarang saya ingin bahagia dengan kondisi saya hari ini, masalah saya hari ini.... dengan kondisi apapun, biarpun saya berada ditengah-tengah permasalahan, biarpun saya sedang berjuang untuk mencapai target saya. Saya pasti akan lebih berbahagia pada saat saya mencapainya. Tetapi hari ini saya ingin bahagia dengan apa adanya.

Sunday, November 04, 2007

Top of the week

Minuman favorit minggu ini : kopi, kopi, dan kopi

Obat favorit minggu ini : talcid (semacam promag) untuk menetralisir asam lambung akibat stress

Makanan favorit minggu ini : apa aja dari delivery service, indomie, fast food : selasa - Hot wings day (KFC). Kamis - Chicken day (KFC)

Lagu favorit minggu ini : underground music, heavy metal, slowrock. Goodbye to the slow music for a while, bikin ngantuk euy

Semoga minggu depan top of the week berubah. Siapa tau ada yang berbaik hati mengirim catering berisi nasi uduk. Mimpi kali yahhhh.....